Dunia dikejutkan oleh peristiwa misterius yang melibatkan empat kapal selam yang hilang secara bersamaan pada tahun 1968. Hingga hari ini, misteri hilangnya kapal selam tersebut masih belum terpecahkan karena peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Banyak pertanyaan dan spekulasi timbul tentang alasan peristiwa ini dan dampak yang ditimbulkannya terhadap geopolitik global.
Dua kapal selam milik Uni Soviet dan dua kapal selam milik Amerika Serikat adalah empat kapal selam yang hilang pada tahun 1968. Kejadian ini dimulai dengan kapal selam nuklir Uni Soviet K-129 hilang di Samudra Pasifik pada Maret 1968. Uni Soviet melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan kapal selam tersebut, tetapi tidak ada yang ditemukan. Pencarian ini menjadi lebih misterius ketika hanya dua bulan kemudian, pada bulan Mei 1968, kapal selam USS Scorpion milik Angkatan Laut Amerika Serikat juga hilang di wilayah yang sama.
Kapal selam ini hilang secara tiba-tiba dan tanpa jejak, menambah kekeliruan karena kru tidak mengirimkan sinyal atau pesan sebelumnya. Para penyelidik dan ahli maritim kemudian mempertimbangkan berbagai alasan yang mungkin, seperti kerusakan teknis, kegagalan peralatan, atau bahkan serangan musuh. Ada beberapa teori yang menunjukkan bahwa peristiwa ini dapat dikaitkan dengan eksperimen teknologi rahasia atau bahkan sabotase yang dilakukan oleh agen dari berbagai negara.
Yang lebih menarik adalah bahwa kedua peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat, melibatkan dua negara yang saling bersaing, yang membuat banyak orang berpikir ada hubungan antara hilangnya K-129 dan USS Scorpion. Namun, hingga saat ini, meskipun ada sejumlah penemuan dan teori, termasuk penemuan puing-puing kapal K-129 yang ditemukan oleh Amerika Serikat selama operasi rahasia tahun 1974, belum ada bukti pasti yang dapat menentukan penyebab pasti dari kehilangan kapal selam ini.
Kisah hilangnya kapal selam ini terus menarik perhatian media dan masyarakat selama bertahun-tahun. Beberapa dokumen yang dirilis baru-baru ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang peristiwa tersebut, tetapi masih ada banyak informasi yang belum diklasifikasikan. Misalnya, USS Scorpion ditemukan tenggelam pada kedalaman sekitar 3.000 meter. Namun, alasan kapal itu tenggelam masih belum diketahui.
Mimpi empat kapal selam yang hilang secara bersamaan pada tahun 1968 menjadi pengingat tentang kompleksitas dunia maritim dan potensi bahaya yang bisa terjadi di kedalaman laut. Tragedi ini juga menunjukkan betapa pentingnya kerja sama internasional dan transparansi dalam menjaga keselamatan dan mencegah konflik di masa depan.
Hingga hari ini, hilangnya kapal selam ini masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah militer. Ini menunjukkan kerahasiaan dan kedalaman yang masih menyelimuti operasi maritim selama Perang Dingin.